FREE READ Tanah Tabu 107

FREE READ Tanah Tabu

FREE READ Tanah Tabu 107 ´ Pemenang I Sayembara Novel DKJ 2008Di ujung sabar ada perlawanan Di batas nafsu ada kehancuran Dan air mata hanyalah untuk yang lemahMabel percaya takdir akan berakhir buruk jika kita tidak menjaga langkah apalagi bagi perempuan seperti dirinya Tapi Mace sang menantu belum bisa melupakan trauma pada masa lalu Sementara Leksi cucu kesayangaPuan menengah kota Kris Budiman Kritikus Sastra Juri Sayembara Novel DKJ 2008 Sosok Mabel dalam novel ini menampilkan perempuan yang melawan diskriminasi dalam konteks sosio kultural dan politik masyarakatnya Linda Christanty Penulis dan Jurnalis Juri Sayembara Novel DKJ 2008 Tanah Tabu menarik bukan saja karena penguasaan atas materi penulisan yang baik maupun penyusunan komposisinya tetapi juga urgensi masalah yang membuatnya sangat penting Seno Gumira Ajidarma Cerpenis Novelis dan Wartawan Juri Sayembara Novel DKJ 200. Di bumi cendrawasih ini Anindita S Thayf akan mengenalkan kita pada Mama Anabel Perempuan tua yang sehari hari di sapa Mabel ini dilahirkan tahun 1946 di Lembah baliem jayawijaya Perempuan Komen dari Suku Dani ini bekerja sebagai pedagang sayuran dan tinggal di satu rumah bersama Leksi cucunya serta Mace Lisbeth orang tua Leksi sekaligus menantu Mabel Di rumah sederhana itu tinggal pula dua ekor hewan peliharan Kisah Mabel dalam Tanah Tabu adalah kisah orang KomenTema tentang papua yang diambil Papua Anindita membuat novel ini menjadi sangat unik karena belum banyak disentuh dunia kesusastraan indonesia Apalagi kisah yang diangkat bukan soal eksotisme alam dan budaya pulau ini melainkan sebuah kisah kelam orang papua serupa kulit mereka yang sehitam malamTanah Tabu yang dalam novel ini berarti tanah keramat dan harus dijaga atas nama leluhur demi anak cucu mereka tidak lagi dapat mengelak dari kehancurannya terutama ketika datangnya perusahaan asing yang mengeruk emas bumi mereka dengan rakus Hutan mereka tidak lagi menghasilkan sagu sungai mereka pun dipenuhi kotoran yang berasal dari perusahaan tambang Kerusakan itu jelas membuat kehidupan orang Papua yang selama ini sangat bergantung pada keramahan alam menjadi kian sulitMeskipun perusahaan asing berlaba milyaran dollar per tahun ini telah datang dengan mengiming imingi kekayaan pada orang papua tapi itu taklebih hanya tipu daya “kalau anjing setia pada tuannya dan kucing setia pada rumahnya perusahaan di ujung jalan sana hanya setia pada emas kita Tidak peduli apakah tanah air dan orang orang kita jadi rusak karenanya yang penting semua emas punya mereka Mereka jadi kaya kita ditinggal miskin Miskin di tanah sendiri halaman 133” Kata Mabel Dan yang lebih memprihatinkan Perusahaan ini semakin melegitimasi kekuasaan kaum laki laki papua atas kaum perempuanDalam sebuah kelompok yang menganut sistem patriarki seperti di Papua perempuan berada dalam kuasa laki laki Pada awalnya sistem ini muncul karena perempuan dianggap sebagai makhluk yang lemah dan harus dilindungi Karena itulah hanya laki laki yang boleh bekerja di luar rumah termasuk di perusahaan emas karena dunia di luar rumah adalah dunia yang penuh bahayaNamun dalam prakteknya alih alih melindungi laki laki malah menjelma menjadi makhluk yang paling merasa berkuasa atas kaum perempuan karena telah menghidupi mereka Dengan uang yang diperolehnya laki laki merasa berhak melakukan apapun Alkohol perjudiandan pelacuran yang datang seiring semakin meraksasanya perusahaan emas itu membuat mereka semakin lupa daratan dan benar benar menelentarkan keluarga “Begitulah laki lakikekuatan dan kegagahan membuat mereka merasa sebagai penguasalupa diri sebagai manusia Takingat bahwa sebagian darah yang ditumpahkan demi kelahirannya dan keringat yang mengucur saat mengurusnya adalah milik perempuan halaman 194” Kata MabelAnindita tidak hanya menggambarkan penindasan oleh negara asing tapi pun negara sendiri Kedatangan orang orang berseragam dan bersenjata kiriman negara Indonesia membuat orang Papua dirundung ketakutan karena selalu merasa diawasi Belum lagi orang orang berseragam ini kerap membuat aturan aturan seenaknya dan wajib dituruti seluruh warga jika tidak ingin dihukum Mace Lisbeth pernah mengalami taruma akibat perlakuan orang orang berseragam ituBegitu pula janji janji manis negara tentang hidup sejahtera yang disampaikan lewat partai yang penuh bualan “Orang orang itu sadarkah tidak Justru mereka yang bikin rakyat kecil jadi makin tertindas Janji janji saja Omong kosong Cih Kalau benar mereka mau bantu kenapa harus ada imbalannyaKenapa pula harus tunggu sampai pilkada selesai Memangnya mereka pikir perut ini bisa kenyang kalau hanya diisi angin halaman 182” Tegas MabelNamun Semua pengalaman buruk itu tidak lantas membuat nyali Mabel ciut Selama masih bernafas ia akan terus tegar dan melawan penindasan kaumnyaNovel yang ditulis dengan riset selama dua tahun tentang kehidupan papua ini benar benar membuat cerita ini kaya data Novel yang ditulis dengan etnografis ini berhasil membongkar ketimpangan sosial yang terjadi di Papua akibat perkawinan modal asing dan negara Menariknya novel ini tidak terasa sebagai tulisan yang mengobarkan kebencian dan provokasi karena disampaikan lewat bahasa sastraTanah Tabu menjadi semakin menarik lantaran sosok Mabel tidak digambarkan melalui mulutnya sendiri yang dapat menimbulkan kesan angkuh tapi melalui tiga narator yang unik yaitu Pum anjing tua peliharaan Mabel Kwee yang juga seekor binatang peliharan dan Leksi cucu perempuan kesayangan mabelPum adalah anjing berambut putih yang sudah mendampingi Mabel sejak ia kecil Kemana pun mabel pergi termasuk ketika tinggal di rumah keluarga Belanda dan berpindah pindah tempat dari Mindiptana Manokwari hingga Wamena Pum selalu ada di sampingnya Mereka takpernah terpisahkan sampai pada ujung usianya Di masa tuanya sekarang ini Pum akan banyak mengisahkan ketegaran Mabel dalam menghadapi hidup yang penuh kerikilSementara itu Kwee juga akan menceritakan kisah mabel dan keluarganya Tapi dengan porsi yang tidak sebanyak Pum karena usianya jauh lebih muda dan belum banyak menyerap pengalaman hidup Kwee akan lebih banyak membanding banding dirinya dengan Pum yang dianggap suka sok menggurui Sesungguhnya Kwee tidak terlalu nyaman berada dekat dekat dengan PumLalu ada pula Leksi Usianya tujuh tahun dan baru masuk sekolah Di usianya yang sudah senja sekarang ini Leksilah yang menjadi harapan Mabel untuk meneruskan perjuangannya “Ada saatnya seorang pejuang harus mundur Tapi bukan mundur untuk menyerah melainkan mempersiapkan penggantinya Aku menaruh harapan besar pada Leksi Aku tahu ia mewarisi darahku Darah seorang pejuang halaman 62Untuk dapat meneruskan perjuangannya itu mabel dan Mace memasukkannya ke sekolah formal karena bagi Mabel senjata yang paling ampuh untuk melawan penindasan kaumnya bukanlah dengan senjata melainkan pendidikan“kalau ada orang yang datang kepadamu dan bilang ia aka membuatmu jadi lebih kaya bantingkan saja pintu di depan hidungnya tapi kalau orang itu ia akan membuatmu jadi lebih pintar dan maju suruh dia masuk Kita boleh menolak uang karena bisa saja ada setan yang bersembunyi di situ Namun hanya orang bodoh yang menolak diberi ilmu cuma cuma Ilmu itu jauh lebih berharga daripada uang nak halaman 30” Ucap Mabel suatu hariKesimpulan itu didapat Mabel ketika pernah diadopsi keluarga Belanda yang datang ke tanah kelahirannya Keluarga inilah yang membuka wawasan Mabel melalui bermacam macam buku bacaan Meskipun ketika Mabel berusia sekitar 14 tahun keluarga itu terpaksa meninggalkannya karena harus kembali ke negara asalnyaTapi tidak sepenuhnya Mabel menyerahkan pendidikan cucu kesayangannya itu pada pendidikan formal Sebagai orang Papua Mabel juga merasa perlu mengajarkan Leksi cara membuat Noken tas rajut papua yang dibawa dengan cara digantung di atas kepala “Sejak jaman nenek moyang dulu setiap perempuan tanah kita harus bisa membuat noken Noken yang bagus dan kuat berarti kesuburan dan kemakmuran yang lebih baik bagi suku si perempuan Sebaliknya kalau kau tidak bisa membuat noken itu artinya kau belum dewasa dan belum siap untuk menikah halaman 227” Itulah nasehat Mabel kepada LeksiSeperti halnya Pum dan Kwee Leksi yang memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi terhadap hal hal baru yang ditemuinya akan menceritakan kehidupannya bersama Mabel dan Mace Dengan menghadirkan tokoh anak anak bersama bahasanya yang lugu Anindita menyelipkan bumbu humor namun tetap kritis sehingga tidak membuat kening pembaca mengerut ngeri sepanjang ceritaSimaklah adegan Leksi terheran heran sekaligus terpukau ketika bertemu seorang pemuda papua berkulit gelap yang berdandan ala pendatang yang memakai celana pendek kaos oblong topi berwarna cerah serta sepasang sepatu kulit Pemuda yang dijumpai Leksi di pasar ini menunjukkan sebuah telepon genggam berkamera Leksi langsung terheran heran sekaligus terpukau melihat wajahnya ada di sebuah benda kecil yang aneh ituNamun beberapa hari kemudian ketika Leksi berjumpa dengan pemuda itu untuk kedua kalinya di pasar ia tampak sangat lusuh dengan pakaian yang sama dengan kali pertama mereka berjumpa Pemuda itu terbaring di teras sebuah ruko dengan beberapa botol minuman keras berserakan di sampingnya Saat Leksi menanyakan foto dirinya si pemuda tidak dapat menunjukkannya karena telepon genggamnya sudah dijual Ia malah meminta tolong kepada Leksi untuk meminjamkannya uang untuk ongkos pulang ke rumahKeputusan Anindita untuk menggunakan tiga narator ini sangat tepat Karena mereka membuat Tanah Tabu menjadi cerita yang bisa dilihat dari banyak perpektif dan tidak membosankan Ketiga narator ini mewakili derita tiga generasi perempuan papua Pum mewakili jaman Mabel Kwee untuk Mace dan Leksi untuk generasinya sendiriNamun ada sedikit catatan kecil dalam novel ini terutama soal karakter Pum Tokoh anjing tua yang cerdas dan gagah ini mengingatkan saya pada sekelompok hewan ternak yang berusaha menggulingkan kekuasaan manusia di Animal Farm karya George Orwell dan kera ajaib yang jago berfilosofis dalam Ishmael karya Daniel uinn mungkinkah karakter dalam novel novel itu yang menginspirasi lahirnya tokoh Pum Tapi Animal Farm dan Ismael adalah novel yang murni fiksi sementara Tanah Tabu meskipun fiksi ditampilkan sebagai kisah yang bersifat nyata sehingga menunttut kehadiran tokoh yang nyata pula termasuk PumTapi jika melihat umur Pum yang hampir seusia Mabel sekitar 50 an tahun rasanya mustahil Ini disebabkan perbandingan usia anjing dan manusia yang berbeda Usia satu tahun seekor anjing sama dengan 16 tahun manusia Dua tahun anjing sama dengan 24 tahun manusia sementara tiga tahun anjing sama dengan 30 tahun manusia Dan untuk setiap tahun berikutnya ditambahkan 4 tahun usia manusiaSeekor anjing memiliki harapan hidup 14 tahun usia manusia meski sebuah riset pernah mencatat ada seekor anjing di Australia yang mencapai usia 29 tahun manusia Itu pun karena asupan nutrisi yang baik sementara Pum hidup di perkampungan miskin dengan makanan sehari hari ala kadarnya Tapi memang jika keberadaan Pum memang ada maka ia pantas untuk masuk catatan rekor duniaSelain itu ketika membaca narasi narasi Pum anjing ini terasa sangat manusia Memang anjing termasuk binatang yang cerdas bahkan sebuah riset menyatakan bahwa kecerdasan seekor anjing menyamai anak usia dua tahun Tapi apakah kemampuan menggambarkan kehidupan yang ideal dan menganalisa pelbagai masalah sosial seperti kemampuan Pum dalam novel ini terdapat dalam otak anak berusia dua tahunKecerdasan Pum dan Kwee yang menyamai manusia itu pula yang mungkin membuat cara bertutur mereka hampir sama dengan Leksi sehingga terkadang membuat saya kebingungan siapa yang sebenarnya sedang mendapat giliran bercerita Ini membuat saya harus membalikkan beberapa halaman ke belakang untuk memastikannyaMeskipun demikian novel yang memenangi sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2008 ini tetap layak untuk di baca seperti komentar Seno Gumira Ajidarma Novelis yang juga menjadi juri dalam sayembara ini Tanah Tabu menarik bukan saja karena menguasaan dan materi penulisan yang baik maupun komposisinya tetapi juga urgensi masalah yang membuatnya sangat penting“Di ujung sabar ada perlawanan Di batas nafsu ada kehancuran Dan air mata hanyalah untuk yang lemah”

Anindita S. Thayf Ø 7 FREE READ

Ta semua Mabel berpesan Kita harus tetap kuat Jangan menyerah Terus berjuang demi anak cucu kita Mereka harus mendapatkan kehidupan yang lebih baikAnindita tidak menulis sebuah novel etnografi dengan semangat eksotisme kolonial melainkan dengan perspektif emik yang penuh empati Melalui novel ini saya berkenalan dengan Leksi seorang bocah Papua yang dengan kenaifannya justru menunjukkan kritisisme cerdas; juga Mabel yang menjadi eksemplar seorang perempuan hebat tanpa perlu ribet dan genit dengan retorika la aktivis perem. “Kalau ada orang yang datang kepadamu dan bilang dia akan membuatmu jadi lebih kaya bantingkan saja pintu di depan hidungnya Tapi kalau orang itu bilang ia akan membuatmu lebih pintar dan maju suruh dia masuk Kita boleh menolak uang karena bisa saja ada setan yang bersembunyi di situ Namun hanya orang bodoh yang menolak diberi ilmu cuma cuma Ilmu itu jauh lebih berharga daripada uang Nak Ingat itu”halaman 30Miskin dalam Gelimang HartaHutannya kaya Alamnya eksotis Sumber daya alam melimpah Tanah Papua Tidak heran dalam bait puisinya Garin Nugroho menggambar “Tanah kami tanah kaya laut kami laut kaya Kami tidur di atas emas berenang di atas minyak”Nyatanya sebagian besar orang Papua tidak lagi bisa menikmati kekayaan alam mereka Terpinggirkan di tanah sendiri iya Alih fungsi hutan serta pembukaan pertambangan dan perkebunan malah membuat sebagain besar rakyat Papua merana Dulu nenek moyang mereka mungkin bisa menikmati kekayaan alamnya dengan hidup berkecukupan Tentu saja karena mereka bisa hidup sederhana dan secara bijak menghormati alam Mereka hanya mengambil kekayaan alam sesuai dengan kebutuhan hidup; secukupnya tanpa berlebihan apalagi serakah Tapi sekarang beda keserakahan merajalela Kekayaan alam Papua dikeruk seolah tidak pernah cukup Boro boro memberikan keuntungan bagi rakyat setempat pengerukan kekayaan alam itu hanya memberikan keuntungan berlimpah kepada orang luar orang luar pulau Papua dan bahkan luar negeriTidak hanya itu secara umum penduduk setempat mengalami kesulitan untuk mengenyam pendidikan Terciptalah kebodohan dan kebodohan semakin memiskinkan Perempuan Papua dan Kekerasan“Tanah Tabu” berkisah tentang kehidupan perempuan perempuan Papua yang ingin melenyapkan kemiskinan lewat pendidikan Juga tentang perjuangan hidup mereka dari penindasan kaum laki laki Nasib perempuan Papua itu diwakilkan oleh karakter 3 generasi Mabel nenek Lisbeth ibu dan Leksi anakcucu Mabel dan Lisbeth sangat ingin Leksi cucunya bisa mengenyam pendidikan setinggi tingginya Terlebih Mabel ingin Leksi menjadi pintar sehingga tidak bisa dibodoh bodohi orang namun juga tidak membodoh bodohi orang Mabel yakin pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan Pengalaman hidup Mabel yang cukup keras membuat dia menjadi seorang perempuan yang mandiri dan kuat Mengalami KDRT seperti kebanyakan perempuan Papua juga kekerasan aparat penegak hukumKDRT tidak hanya dialami oleh Mabel dan menantunya Lisbeth Mama Helda tetangga mereka juga setali tiga uang bernasib sama bahkan lebih parah Digambarkan para perempuan Papua harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya serta melayani suami Sementara para suami mereka menghabiskan upah kerjanya untuk mabuk mabukan dan berwisata “paha putih” Pulang ke rumah hanya untuk menganiaya istri mereka dengan kekerasan fisik psikis dan verbal Sebegitu rendahkah posisi perempuan Papua di mata para lelaki Papua sehingga layak diperlakukan seperti itu Buku “Luka Papua HIV Otonomi Khusus dan Perang Suku” menggambarkan posisi kaum perempuan Papua sebagai berikut “ kepala perang berlarian di barisan paling depan sambil berteriak ‘Iyo nawago iyo nawago Inamoramo takasi agam tuwo saya ibumu saya ibumu datang padamu Panahlah aku supaya engkau memperoleh susu Kalimat ini memiliki makna yang dalam Ia datang sebagai seorang ibu yang memberikan segala sesuatu Ia minta dibunuh agar musuh mendapatkan air susu ibu Ada unsur pengorbanan ada unsur kemenangan dan keselamatan di dalam perang Selama perang adat perempuan tidak boleh dibunuhhalaman 135” Pada halaman 139 dalam buku yang sama dijelaskan “ Perempuan kata Thomas Wamang sering menjadi pemicu konflik karena dalam masyarakat gunung perempuan mempunyai makna yang sangat penting “Kenapa gara gara perempuan orang Amungme perang Itu karena nilai perempuan sangat besar” katanya Artinya bukan dari nilai perempuan itu melainkan nilai hidup perempuan itu karya perempuan in nagao nin bagi keluarga dan masyarakat dan hatinya nart nin “Perempuan itu sumber kehidupan” Karena itu jika kehormatan keamanan dan keselamatan seorang perempuan terancam akan terjadi reaksi massal terhadap pihak yang dianggap telah melakukan tindakan tercela itu”Buku Luka Papua jelas menggambarkan kalau posisi perempuan sangat terhormat Sayangnya hal itu lebih sering dipraktekkan oleh orang orang zaman dulu orang orang yang katanya hidup di zaman primitif Jika orang zaman dulu bisa menghargai nilai nilai hidup serta dengan bijak menghargai alam sebenarnya siapa yang primitif Perempuan Pendidikan dan KemiskinanUmumnya tidak hanya di Papua orang orang lebih suka memberikan kesempatan untuk mengenyam dunia pendidikan pada anak laki laki Sementara anak perempuan dianggap telah ditakdirkan untuk mengurus rumah tangga tanpa perlu mengenyam pendidikan Benarkah seperti ituSeorang filsuf Ghana bernama DR James Emmanuel Kwegyir Aggrey 1875 1927 pernah berkata “ If you educate a man you educate an individual But if you educate a woman you educate a whole family” Cukup beralasan mengingat perempuan memang yang lebih banyak mengurus rumah tangga dan anak anak Jadi bisa dibayangkan jika seorang ibu rumah tangga yang berpendidikan menularkan pendidikan itu kepada anak anaknyaDalam buku Room to Read yang ditulisnya sendiri diceritakan kalau John Wood melalui organisasi nirlabanya juga lebih banyak memberikan beasiswa pendidikan kepada perempuan Dengan alasan yang sama karena perempuanlah yang lebih banyak mengurus rumah tangga dan berhubungan dengan anak anaknya Sudah seharusnya perempuan juga diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang setinggi tinggiTanah Papua Kesaksian Perempuan di Tanah KeramatMembaca buku “Tanah Tabu” ini seperti mendengarkan kesaksian karakter karakter yang ada dalam buku Menariknya masing masing kesaksian saling berkaitan dan membentuk sebuah cerita yang utuh Miskin tidak berpendidikan dan teraniaya pula Itulah nasib perempuan Papua yang digambarkan dalam buku ini Jika tanah Papua adalah tanah tabu tanah keramat tanah yang harus dijaga pantaskah diperjualbelikanJika perempuan Papua dianggap sebagai sumber kehidupan pantaskah dianiaya dan dibiarkan hidup dalam kebodohanPada halaman 163 Mabel berpesan kepada Leksi “ Ketahuilah Nak Rasa takut adalah awal dari kebodohan – jangan sekali kali engkau memandangnya dengan sebelah mata – mampu membuat siapa pun dilupakan kodratnya sebagai manusia”

REVIEW ☆ eBook, PDF or Kindle ePUB Ø Anindita S. Thayf

Tanah TabuPemenang I Sayembara Novel DKJ 2008Di ujung sabar ada perlawanan Di batas nafsu ada kehancuran Dan air mata hanyalah untuk yang lemahMabel percaya takdir akan berakhir buruk jika kita tidak menjaga langkah apalagi bagi perempuan seperti dirinya Tapi Mace sang menantu belum bisa melupakan trauma pada masa lalu Sementara Leksi cucu kesayangan Mabel masih suka semaunya sendiri Beruntung ada ada Pum dan Kwee yang bisa diandalkan Bersama keduanya si kecil Leksi berlajar menjalani hidup yang keras di atas Tanah TabuDan pada ki. 'Gunung itu bukan sagu Bukan buah merah Tidak diperjualbelikan Tanah kita keramat Nak Tabu Diciptakan Yang Kuasa khusus untuk kita tahukah kau kenapa Sebab Dia tahu kita bisa diandalkan untuk menjaganya'Pernahkan kita mendengar kata kata seperti itu dari para politisi para tokoh yang memperebutkan jatah kursi di Dewan atau mereka yang bersaing menjadi Ketua Partai Mabel bukan politisi pejabat pemerintah atau lulusan universitas bergengsi Tapi Mabel memiliki kearifan lokal sesuatu yang terlupakan di tengah tengah saling sikutnya setiap orang untuk kepentingan diri sendiri atau kelompoknya masing masingDi awal bulan September ini tiga orang trainer dari kantorku berangkat ke Jayapura untuk melaksanakan pelatihan untuk sejumlah pegawai BAPPEDA sana Walau hanya melihat sedikit bagian Papua mereka begitu terpukau Salah satunya dengan penuh kekaguman berkata 'Di sana kalau kau ingin makan ikan laut yang diperlukan hanya umpan dan pancing Jika kau ingin makan sayuran tinggal petik di halaman belakang Dan jika kau ingin makan daging ambillah peralatan berburumu dan masuk ke hutan Semuanya sudah tersedia Luar biasa bukan' Saat membaca buku ini aku merasa miris bahkan malu Aku ingat anak sponsorku yang tinggal di Maro Kabupaten Merauke Sebagai orang tua sponsor aku bisa mengirimkan hadiah dua kali dalam setahun bulan Juni dan November di luar dana sponsor bulanan yang aku transfer lewat rekening bank Keinginanku untuk membelikan hadiah selalu terganjal pertanyaan pertanyaan 'Jika aku membelikan buku dongeng anak apakah neneknya paham dan mampu membacakannya Kalau aku belikan puzzle apakah Melania bisa memainkannya Jika aku belikan sepatu apakah dia akan memakainya' Ada begitu banyak jika dan tanpa aku sadari secara tidak adil aku memutuskan orang orang Papua itu bodoh tidak tahu apa apa Bukankah cara berpikir seperti ini yang membuat semua pendatang di tanah Papua entah berkulit putih atau coklat mengeruk semua kekayaan tanah itu tanpa menyisakan buat penduduk aslinyaps Aku sudah tahu hadiah Natal apa yang akan aku belikan untuk putriku heheps2 Anindita terima kasih untuk menuliskan sebuah cerita yang indah seperti ini D